header
Selamat Datang di Website Resmi DPRD Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Selamat Datang di Kabupaten Bahari..
logo dprd kabupaten raja ampat

DPRD Raja Ampat Sahkan APBD 2016 Sebesar 1, 2 Triliun

Waisai – Lima Fraksi di DPRD Kabupaten Raja Ampat menerima dan menyetujui APBD kabupaten Raja Ampat tahun anggaran (TA) 2016 sebesar 1,2 triliun yang terdiri dari belanja tak langsung sebsesar 491,3 Milyar rupiah dan belanja langsung sebesar 676,6 Milyar rupiah.

Sidang penetapan APBD TA 2016 dibuka oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Raja Ampat, Yuliana Mansawan, SE berjalan aman dan tertib meskipun sempat molor beberapa jam dari jadwal yang sudah ditetapkan. Pada sambutannya politisi asal partai Nasdem ini menyampaikan terima kasih kepada para wakil rakyat dan para pimpinan SKPD yang telah mengikuti proses pembahasan materi RAPBD sampai dengan penetapannya. Setelah menyampaikan pidato singkatnya, Ia pun memberikan kesempatan kepada perwakilan dari masing-masing Fraksi untuk membacakan pendapat akhirnya terhadap nota keuangan RAPBD kabupaten Raja Ampat tahun anggaran 2016.

Meskipun menerima dan menyetujui RAPBD TA 2016 yang ditetapkan sebagai PERDA, namun ke Lima Fraksi tersebut memberikan beberapa catatan penting kepada pemerintah daerah yang dibacakan langsung oleh masing-masing Fraksi di gedung DPRD kabupaten Raja Ampat, Rabu, (30/12) pukul 21.00 WIT.

Pendapat Akhir Fraksi

Fraksi Golkar melalui anggotanya, Adelin Raturoma menyampaikan bahwa Fraksi Golkar menerima dan menyetujui Raperda RAPBD TA 2016 untuk ditetapkan menjadi Perda. Fraksi ini juga meminta kepada pemerintah kabupaten agar menagih janji Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang pada saat kedatangannya di Raja Ampat tahun 2015 lalu, menjanjikan bantuan kepada pemerintah Raja Ampat sebesar 100 Milyar.

Sedangkan dari Fraksi Demokrasi Indonesia Sejahtera melalui anggotanya, Sarahiya Bahalle menyampaikan beberapa catatan kritis terhadap kinerja dari pemerintah kabupaten. Fraksi ini menyoroti adanya beberapa kegiatan yang sama yang dianggarkan (berulang-ulang) setiap tahun anggaran. Hal lain yang menjadi sorotan dari Fraksi ini adalah pembangunan gedung sekolah dasar di kampung Kapadiri. Menurut mereka gedung tersebut sudah dibangun sejak tahun 1984 sehingga perlu dianggarkan untuk direnovasi.

Lain halnya dengan pendapat akhir dari Fraksi Nasdem. Melalui anggotanya, Veronika Watem, Fraksi Nasdem menyampaikan kepada pemerintah agar membangun pasar di perumahan 300. Mereka juga meminta kepada pemerintah untuk membangun kantor kampung di beberapa kampung yang sejak tahun 2010 belum memiliki kantor kampung.

Salah satu poin yang diusulkan oleh Fraksi Perjuangan Rakyat adalah penambahan dana untuk pembangunan bandara Marinda agar bisa didarati oleh pesawat garuda di tahun 2016 dan penambahan dana pada sektor pariwisata dan perikanan serta pembebasan lahan yang disetujui senilai 20 Milyar rupiah.

Sedangkan pendapat akhir Fraksi Raja Ampat Membangun yang dibacakan oleh, Karlos Kaisuku, S.Th, meminta kepada pemerintah agar hasil reses dari anggota DPRD yang sudah diprioritaskan untuk segera ditindak  lanjuti oleh tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Hal lain yang menjadi sorotan Fraksi ini adalah setiap anggaran DAK yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis kementerian agar dikembalikan ke posnya, ucap Karlos mewakili Fraksi Raja Ampat Membangun. Adapun para tamu undangan yang menghadiri sidang penetapan APBD TA 2016, penjabat Bupati Raja Ampat, Sroyer Elisa, S.Sos, Wakapolres, Perwira penghubung Dan Dim 1704, Danposal, Kepala Cabang Bank Papua serta para pimpinan SKPD kabupaten Raja Ampat.

AGENDA KEGIATAN
No Agenda Tanggal
ASPIRASI MASYARAKAT
No Nama Aspirasi Tanggal
1 SMAIL Struktur Komisi C, Ibu Rahmawati Sudah Digantikan Dengan Bpk Albert Mayor, Kalau Tidak Salah.. 29-April-2016
2 kabupaten toba samosir Sekretariat dewan raja ampat propinsi irian jaya 16-March-2016
3 Dedik semoga DPRD raja ampat makin sukses 01-February-2016