Kamis , Juni 13 2024
Home / BERITA / Kepala Kampung Meos Manggara: Hasil Reses Jangan Jadi Pelengkap Laporan Saja

Kepala Kampung Meos Manggara: Hasil Reses Jangan Jadi Pelengkap Laporan Saja

Hasil Reses merupakan salah satu acuan bagi legislator dalam menyampaikan keluhan maupun pendapat masyarakat kepada pihak eksekutif.

Kepala kampung Meos Manggara, Yambres Mambrasar menyambut baik kedatangan anggota DPRD kabupaten Raja Ampat, Yosafat Awom, Amd.Par saat melakukan reses dikampungnya Meos Manggara, Minggu, (22/4/2018) siang pukul 14.15 WIT.

Dalam pertemuan terbuka bersama masyarakat dan anggota DPRD Yosafat Awom, Yambres menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil-hasil reses yang tidak pernah terealisasi (terjawab,red) dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2018. Dia mencontohkan hasil Musrembang tahun 2016 kabupaten Raja Ampat, tidak ada aspirasi masyarakat Meos Manggara yang dijawab.

“Kami masyarakat Meos Manggara menganggap aspirasi kami tidak pernah diperjuangkan. Hasil reses cuma jadi pelengkap laporan saja. Aspirasi hanya dicatat saja tetapi tidak pernah diperjuangkan dan ditindaklanjuti untuk kepentingan masyarakat,” ucap Yambres tegas.

Harapannya kepada Yosafat Awom agar memperhatikan aspirasi masyarakat seperti pembangunan rumah penduduk dan ketersediaan fasilitas umum seperti air bersih dan penerangan. “Ini tolong diperhatikan dan diperjuangkan,” ucapnya.

Salain kepala kampung, salah seorang pemuda, Moses Sauyai juga menyampaikan keinginan masyarakat dalam hal pembangunan Homestay di Meos Manggara. “Masyarakat disini terutama pemuda mau bangun Homestay tapi tidak mampu. Hanya kayu dan atap saja yang kami bisa,” tutur Moses.

Dia berharap pemerintah bisa membantunya bersama warga kampung mewujudkan pembangunan Homestay di kampung Meos Manggara.

Menanggapi permintaan masyarakat, Awom mengatakan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Meos Manggara melalui rapat-rapat paripurna serta hearing dengan dinas terkait.

Untuk membangun Homestay tergantung dari ketersediaan air bersih di lokasi yang akan dibangun, jaringan telepon dan transportasi harus ada. “Bila ketiga hal tersebut sudah terpenuhi, saya yakin pembangunan bisa dilakukan,” tutupnya.(*)

Check Also

NPHD Pilkada 2024 Kabupaten Raja Ampat Sebesar Rp.55,5 Milyar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Raja Ampat menandatangani naskah …

APBD Raja Ampat Tahun 2024 Ditetapkan Sebesar Rp. 1.3 Triliun

Gabungan Fraksi-Fraksi di DPRK Raja Ampat menyetujui dan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *