Sabtu , September 25 2021
Home / BERITA / Jelang Rakernas MUI dan Natal Pihak DPRD Raja Ampat Panggil PLN

Jelang Rakernas MUI dan Natal Pihak DPRD Raja Ampat Panggil PLN

Pihak DPRD Kabupaten Raja Ampat akhirnya memanggil pimpinan Perusahaan Listrik Negara (PLN) cabang Waisai untuk memberikan keterangan terkait pemadaman listrik yang terjadi hampir dua bulan (Oktober-November) ini.

Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Raja Ampat, Rahmawati Tamima, S.IP meminta pihak PLN untuk menjelaskan persoalan listrik yang terjadi selamai ini. Menurut Rahma persoalan pemadaman ini sudah sangat merisaukan masyarakat, karena kehadiran PLN di Waisai juga mendapat persetujuan dari lembaga DPRD.

“PLN hadir di Waisai juga karena DPRD dan DPRD adalah tempat pengaduan masyarakat. Jadi kami harap pihak PLN dapat mengatasi persoalan Listrik ini, mengingat ada beberpa agenda penting seperti sidang anggaran, Rakernas MUI 22-24 November dan perayaan Natal umat Nasrani pada bulan Desember,” tutur Rahmawati di Ruang sidang DPRD kabupaten Raja Ampat, Rabu (14/11/2018) siang.

Menjawab persoalan tersebut Kepala Unit Layanan Pelanggang (ULP) PLN cabang Waisai, Ferry Rahakbauw mengatakan persoalan listrik yang terjadi saat ini karena rusaknya dua unit mesin pembangkit yang lama.

Rusaknya 2 unit mesin tersebut, mengakibatkan suplai daya hanya sebesar 1300kwh sedangkan kebutuhan listirik di kota Waisai sebesar 2200kwh. “Terjadi defisit daya sebesar 900kwh,” ujar Ferry.

Untuk mengatasi hal tersebut lanjutnya, PLN telah mendatangkan 2 unit mesin pembangkit dari area Manokwari dengan kapasitas 2000Kwh dengan kemampuan suplai daya sebesar 1500kwh.

1 unit mesin yang baru didatangkan dari Manokwari dengan kapasitas 700kwh akan dilakukan komisioning test (pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik yang telah selesai dan akan dioperasikan).

“Hari ini (14/11) kami akan melakukan komisioning test pada 1 unit mesin dengan kemampuan daya 700kwh. Mudah-mudahan bisa cepat masuk ke sistem untuk mengurangi defisit daya menjadi 200kwh dan mengurangi waktu (jam) pemadaman. Sedangkan 1 unit mesin lagi akan menyusul,” jelasnya.

Untuk diketahui PLN saat ini memiliki 7 unit mesin pembangkit. Dari 7 unit, 3 unit mesin pembangkit  mengalami gangguan. 1 unit masih bisa diperbaiki sedangkan 2 unit rusak total (tidak bisa diperbaiki).

Dengan tambahan 2 unit mesin dari Manokwari Ferry berharap defisit daya dapat teratasi. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk beberapa agenda yang sudah disebutkan oleh pimpinan dewan tadi. Jadi seperti yang tadi bapak ibu dewan minta agar Rakernas MUI sampai dengan Natal dan Tahun Baru Waisai tidak terjadi pemadaman? Saya akan berusaha semaksimal mungkin,” janji Ferry.

Rapat hearing tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua 2, Yuliana Mansawan, SE ketua komisi C, Reynold Bula,  SE, MM, ketua komisi B, Sem Sauyai, SE, MM serta anggota DPRD diantaranya, Badaruddin Mayalibit, Simson Sanoi, S.Sos, Sartiel Mambrasar dan Yapen Wilem.(*)

Check Also

Buka Paripurna RPJMD Tahun 2021-2026, Ketua DPRD Minta Bupati Evaluasi Kinerja Kepala OPD

DPRD Kabupaten Raja Ampat gelar rapat paripurna ketiga dalam rangka pembahasan materi raperda tentang rencana …

Ini Hasil Pokir DPRD Raja Ampat yang Diparipurnakan

DPRD Raja Ampat menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian pokok-pokok pikiran (Pokir) sebagai bahan dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *