Rabu , Oktober 20 2021
Home / Berita Baru / DPRD Kabupaten Raja Ampat Buka Sidang LKPJ Tahun 2015

DPRD Kabupaten Raja Ampat Buka Sidang LKPJ Tahun 2015

Waisai – DPRD kabupaten Raja Ampat melakukan sidang pembahasan materi Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Tahun anggaran 2015, Senin, (23/5/2016) siang di ruang sidang DPRD kabupaten Raja Ampat.

Sebelum membuka rapat paripurna, ketua DPRD kabupaten Raja Ampat, Henry AG Wairara, SE menyampaikan belasungkawa kepada salah satu angota dewan, Yohanis Rumbarak SH yang meninggal dunia pada senin, (9/5/2016) lalu.

Dalam sambutannya pada pembukaan LKPJ, Wairara mengatakan penyampaian LKPJ ini merupakan tanggung jawab moral kepala daerah kepada masyarakat melalui DPRD. Ia juga memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wabup serta anggota dewan yang telah menghadiri rapat paripurna pertama ini.

Sedangkan Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati dalam pidatonya mengatakan bahwa LKPJ merupakan amanat Undang – undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah yang perlu dipertanggungjawabkan oleh bupati selama 1 tahun anggaran kepada lembaga DPRD.

Hal ini dimaksudkan agar adanya Checks and Balance antara kepala daerah dengan pihak DPRD, sehingga DPRD dapat melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan selama tahun 2015. Disamping itu lanjut Bupati Faris, penyusunan LKPJ ini telah mengacu pada peraturan pemerintah nomor 3 tahun 2007 tentang laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD).

“LKPJ merupakan bentuk pertanggungjawaban kepala daerah kepada masyarakat melalui DPRD dengan tujuan memberikan gambaran mengenai pelaksanaan APBD,“ tutur bupati Faris.

Realisasi pendapatan daerah kabupaten Raja Ampat tahun 2015 lanjutnya, sebesar Rp. 1.128.929.287.085,- triliun, mencapai 91,31 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp.  1.236.436.312.000,- triliun, dengan rincian pendapatan daerah sebagai berikut. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2015 sebesar Rp. 21.346.040.320 milyar atau 64 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 32.868.082.000,- milyar.

PAD tersebut bersumber dari hasil pajak daerah, retribusi daerah, pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah dan PAD yang sah.

Yang kedua realisasi dana transfer sebesar Rp.936.378.330.205,- milyar dari target sebesar Rp. 1.022.562.131.000,- triliun. Kontribusi pendapatan transfer terhadap realisasi pendapatan daerah secara keseluruhan sebesar 82,94 persen.

APBD tahun anggaran 2015 ditargetkan sebesar Rp. 1,213.336.771 triliun, sampai akhir tahun 2015 telah terealisasi sebesar Rp. 1.092.779.039.860, atau 90,89 persen.

Secara garis besar, bupati Faris menyampaikan bahwa, belanja operasional dianggarkan sebesar Rp. 745 milyar dan terealisasi sebesar Rp. 691 Milyar atau 92,73 persen. Sedangkan belanja modal sebesar Rp. 465 milyar, terealisasi sebesar Rp. 401 milyar atau 86,18 persen.

Terjadi surplus anggaran sebesar Rp. 36.150.247.255 milyar dari selisih total pendapatan dan realisasi belanja. Sebelum menutup sambutannya Bupati Faris mengatakan pemerintah telah berupaya dengan maksimal merencanakan dan melaksanakan pembangunan namun masih banyak program pembangunan yang perlu ditingkatkan lagi, tutupnya.

Rapat paripurna LKPJ Bupati Raja Ampat tahun anggaran 2015 ini direncanakan akan dibahas selama 1 minggu dan akan ditutup pada hari selasa,(31/5/2016) pekan depan. (Redaksi)

Check Also

Ketua Komisi II DPRD R4: Hari Rabu Harga Tiket Kapal Sorong-Waisai Kembali Normal

Kenaikan harga tiket kapal penumpang rute Sorong-Waisai dan Waisai-Sorong mendapat perhatian dari komisi II DPRD …

DPRD Kabupaten Raja Ampat Buka Sidang LKPJ Tahun Anggaran 2019, Bupati: Ini Target dan Realisasinya

Ketua DPRD kabupaten Raja Ampat, Abdul Wahab Warwey membuka rapat paripurna pembahasan materi Laporan Keterangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *